Mencetak Kesuksesan Asnaf Entrepreneurs

rm
0


RepublikMenulis.Com - Pandemi COVID-19 memang telah diumumkan berakhir. Namun, apa yang telah mnejadi pengalaman berharga ketika terjadi Pandemi COVID-19 tidak bisa dilupakan. Banyak praktik-praktik yang telah dilakukan ketika etrjadi Pandemi COVID-19 perlu dilautkan dan menjadi perhatian bergai pihak. Salah satu pembelajaran yang pernaih kami raih ketika terjadi Pandemi CIVID-19 adalah berkaitan dengan Niat. Dalam versi English disebut dengan Intention. 

Apa itu Niat?. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disebutkan bahwa Niat diartikan sebagai maksud atau tujuan suatu perbuatan, kehendak (keinginan dalam hati) akan melakukan sesuatu, dan janji untuk melakukan sesuatu jika cita-cita atau harapan terkabul; kaul; nazar. Abdul Kadir Abu (2021) dalam satu artikelnya yang berjudul Kedudukan Niat dalam Ibadah, menjelaskan bahwa secara Secara etimologi kata niat adalah bentuk masdar dari kata نیة و نیة ,ینوى ,نوى yang artinya bermaksud dan bertekad akan melakukan sesuatu. Selanjutnya, Abdul Kadir Abu (2021) menjelaskan bahwa secara terminologi niat dapat dibagi kedalam dua pengertian yaitu makna niat secara umum dan makna niat khusus. Adapun niat dalam makna umum adalah keinginan hati untuk melakukan sesuatu yang dapat mendatangkan manfaat dan mencegah mudharat baik langsung maupun secara tidak langsung. Oleh karena itu, menurut  Abdul Kadir Abu (2021), Niat dalam pengertian ini mencakup semua perbuatan yang bersifat diniyah dan duniawiyah. 

Rasulullah SAW sangat memberikan perhatian terkait dengan Niat. Kita bisa dapati dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam MuslimDari Amirul Mukminin, Abu Hafsh ‘Umar bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju.” (HR. Bukhari dan Muslim) [HR. Bukhari, no. 1 dan Muslim, no. 1907]

Apa hubungan Niat dengan Pandemi COVID-19? Satu kesempatan berharga yang kami lakukan ketika Pandemi COVID-19 adalah melakukan penelitian pada Mustahiq yang mendapatkan bantuan permodalan yang berasal dari Dana Zakat. Dalam istilah lain, Mustahiq yang mendapatkan bantuan modal dari Dana Zakat disebut juga dengan istilah Mustahiq Pengusaha. Istilah lainnya yang juga kerap digunakan adalah Asnaf Entrepreneurs.

Singkat cerita, berdasarkan kajian yang kami lakukan, Faktor yang signifikan terhadap kesuksesan Asnaf Entrepreneurs bukanlah pada Modal yang mereka dapatkan. Namun, faktor yang signifikan terhadap kesuksesan Asnaf Entrepreneurs, salah satunya adalah Faktor Niat.

Jadi, apa yang disampaikan Rasulullah SAW terbukti melalui kajian yang kami lakukan. Maka, Faktor Niat perlu menjadi perhatian berbagai pihak di dalam melakukan berbagai aktivitas. Termasuk, jika hendak mencetak Asnaf Entrepreneurs yang sukses, maka berikanlah perhatian pada Faktor Niat.

Penulis, Efri Syamsul Bahri, Direktur Wakaf Bangun Negeri dan Alumni School of Graduate Studies (SGS) Asia e University Malaysia.

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)